Rabu, 04 Juli 2012

Frontal Nyindir Eksis #JFB = Twitter 2010

Siapa yang ga tau Twitter sekarang? Apalagi para BlackBerry user. Agak tabu sekarang bagu mereka BB user gatau menau tentang Twitter, terutama para remaja *kayak saya*.



Dulu saya buat Twitter sekitar pertengahan tahun 2009 bisa dibilang dunia Twitter masih sepi. Temen-temen masih sedikit yang punya + yang aktif. Time goes by, makin banyak orang yang beralih dari Facebook ke Twitter. Alasan mereka mungkin sama semua "Facebook membosankan". Ada juga yang karna "Teman banyak yang main, biar ga ketinggalan jaman aja". Dan kenyataan Twitter memang lebih asik daripada Facebook. Lebih cepat nyebar informasi, lebih detail, lebih ramai.

Tapi kenyataan Twitter 2010 mulai bergeser dengan Twitter 2009 yang nyaman-nyaman saja. Tapi ini tergantung sudut pandang ya, oke saya beberkan sedikit :

a. Frontal vs. Nyindir

Mengerti arti frontal? Dulu saya gatau menau apa itu frontal, tapi setelah tanya teman frontal itu lebih kasar daripada sarkas. Frontal itu jujur-jujuran. Pembuka aib. Pembuka rahasia yang bukan makanan publik, orang ga dikenal. Apalagi kalo di timeline lagi ada yang berantem. Wuih sarkas + frontal jadi satu.
Nah gimana kalo nyindir, as example "bisa kali ya gausah nyampah" begitulah contoh yang sederhana. Tanpa nama dia cuma menyindir seseorang/beberapa orang di timeline-nya yang kebetulan 'nyampah' doang. Bukannya di mention tapi lebih menjurus ke menyindir. Begitulah, dan yang paling sering terjadi kalo udah kejadian gitu para followersnya merasa tersindir dan main unfollow atau main nanya langsung/ main RT (as example) "aku ya? RT @ bisa kali ya gausah nyampah" dan reaksi followers lainnya.
Yang memprihatinkan sekarang, banyak accout yang malah memprakasai 2 kata tersebut.

Go view them or follow them -------> @TWEETSINDIR atau @FRONTALdeh
dan mengertilah apa yang saya maksud.

Lanjut...

b. EKSIS

Entah sejak kapan istilah "EKSIS" digunakan di dunia Twitter. Dan itu mulai sekitaran tahun 2010. EKSIS dikategorikan istilah labil menurut saya. Mengapa? Setelah mulai pencarian eksis sebenarnya dan tweet-tweet yang sering membahas orang EKSIS saya tau ternyata EKSIS adalah PUJIAN di satu pihak dan EJEKAN di pihak lainnya. Tapi mengapa ada yang namanya anak EKSIS sendiri? Dari mana kita tau bahwa dia bisa dibilang EKSIS?
Oke coba saya jelaskan sedikit deh,

  • Followers banyak Following dikit
  • Tweetnya udah banyak, biasanya lebih dari 40.000 bahkan sampai 100.000
  • Biasanya via UberTwitter
  • Mainnya sama yang sesama EKSIS
  • Susah dimintain followback

Apakah anda termasuk pada kriteria di atas? Hahaha jangan khawatir di atas hanya asumsi yang saya dapat dari berbagai sumber yang lewat di timeline saya :p

Saya punya sedikit screenshoot dari profile kakak-kakak yang dikatain/dianggap EKSIS






Kalian kenal? Mungkin kenal hahaha. Saya memang follow mereka, dan salah satu dari mereka mem-followback saya. Kalau dilihat dari followers, saya kalah telak sekali yang mana followers saya cuma tembus angka 375. Tapi ngga begitu penting buat saya banyak followers, yang penting teman-teman dekat sudah kena follow semua. Jika kalian pengen liat frontalan suatu account buat anak eksis, Go view or follow -------> @setantwidder

Lanjut ya....

c. #JFB

Pasti sudah tau #JFB kalau kalian memang lumayan rajin main twitter -_- JANJI FOLLOW BACK begitulah bunyinya. Entah siapa yang buat, tapi semenjak susahnya 'followback' didapat. Banyak orang membuka open follow diembel-embel dengan #JFB untuk meyakinkan si pembuka follow kalau nanti dia akan memfollowback. Tidak mengerti? Oh ayolah mengerti. Saya sering menggunakan #JFB. Tapi apa tujuan gerangan? Untuk menambah followers tentu saja. Biar eksis tentu saja :p *bukan hal yang tabu tentu saja*


Dari apa yang saya posting di atas, apakah kaliann setuju? Sekali lagi, semuanya RELATIF. Semuanya hanya berdasarkan SUDUT PANDANG. Para pengguna Twitter kurang lebih merasakan/paling tidak tau menau soal hal diatas. Hanya saja, Twitter tidak hanya ada di 1 dimensi. Twitter sangat mendunia dan punya jaringan dimensi masing-masing. Hmm sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya, dan kontrol diri kalian jika kalian ada Twitter addict :)


Salam hangat
 
 
@riskiekaa