Siapa yang ga tau Twitter sekarang? Apalagi para BlackBerry user. Agak tabu sekarang bagu mereka BB user gatau menau tentang Twitter, terutama para remaja *kayak saya*.

Dulu
saya buat Twitter sekitar pertengahan tahun 2009 bisa dibilang dunia
Twitter masih sepi. Temen-temen masih sedikit yang punya + yang aktif.
Time goes by, makin banyak orang yang beralih dari Facebook ke Twitter.
Alasan mereka mungkin sama semua "Facebook membosankan". Ada juga yang
karna "Teman banyak yang main, biar ga ketinggalan jaman aja". Dan
kenyataan Twitter memang lebih asik daripada Facebook. Lebih cepat
nyebar informasi, lebih detail, lebih ramai.
Tapi
kenyataan Twitter 2010 mulai bergeser dengan Twitter 2009 yang
nyaman-nyaman saja. Tapi ini tergantung sudut pandang ya, oke saya
beberkan sedikit :
a. Frontal vs. Nyindir
Mengerti
arti frontal? Dulu saya gatau menau apa itu frontal, tapi setelah tanya
teman frontal itu lebih kasar daripada sarkas. Frontal itu
jujur-jujuran. Pembuka aib. Pembuka rahasia yang bukan makanan publik,
orang ga dikenal. Apalagi kalo di timeline lagi ada yang berantem. Wuih
sarkas + frontal jadi satu.
Nah
gimana kalo nyindir, as example "bisa kali ya gausah nyampah" begitulah
contoh yang sederhana. Tanpa nama dia cuma menyindir seseorang/beberapa
orang di timeline-nya yang kebetulan 'nyampah' doang. Bukannya di
mention tapi lebih menjurus ke menyindir. Begitulah, dan yang paling
sering terjadi kalo udah kejadian gitu para followersnya merasa
tersindir dan main unfollow atau main nanya langsung/ main RT (as
example) "aku ya? RT @ bisa kali ya gausah nyampah" dan reaksi followers
lainnya.
Yang memprihatinkan sekarang, banyak accout yang malah memprakasai 2 kata tersebut.
dan mengertilah apa yang saya maksud.
Lanjut...
b. EKSIS
Entah
sejak kapan istilah "EKSIS" digunakan di dunia Twitter. Dan itu mulai
sekitaran tahun 2010. EKSIS dikategorikan istilah labil menurut saya.
Mengapa? Setelah mulai pencarian eksis sebenarnya dan tweet-tweet yang
sering membahas orang EKSIS saya tau ternyata EKSIS adalah PUJIAN di
satu pihak dan EJEKAN di pihak lainnya. Tapi mengapa ada yang namanya
anak EKSIS sendiri? Dari mana kita tau bahwa dia bisa dibilang EKSIS?
Oke coba saya jelaskan sedikit deh,
- Followers banyak Following dikit
- Tweetnya udah banyak, biasanya lebih dari 40.000 bahkan sampai 100.000
- Biasanya via UberTwitter
- Mainnya sama yang sesama EKSIS
- Susah dimintain followback
Apakah
anda termasuk pada kriteria di atas? Hahaha jangan khawatir di atas
hanya asumsi yang saya dapat dari berbagai sumber yang lewat di timeline
saya :p
Saya punya sedikit screenshoot dari profile kakak-kakak yang dikatain/dianggap EKSIS



Kalian
kenal? Mungkin kenal hahaha. Saya memang follow mereka, dan salah satu
dari mereka mem-followback saya. Kalau dilihat dari followers, saya
kalah telak sekali yang mana followers saya cuma tembus angka 375. Tapi
ngga begitu penting buat saya banyak followers, yang penting teman-teman
dekat sudah kena follow semua. Jika kalian pengen liat frontalan suatu
account buat anak eksis, Go view or follow -------> @setantwidder
Lanjut ya....
c. #JFB
Pasti
sudah tau #JFB kalau kalian memang lumayan rajin main twitter -_- JANJI
FOLLOW BACK begitulah bunyinya. Entah siapa yang buat, tapi semenjak
susahnya 'followback' didapat. Banyak orang membuka open follow
diembel-embel dengan #JFB untuk meyakinkan si pembuka follow kalau nanti
dia akan memfollowback. Tidak mengerti? Oh ayolah mengerti. Saya sering
menggunakan #JFB. Tapi apa tujuan gerangan? Untuk menambah followers
tentu saja. Biar eksis tentu saja :p *bukan hal yang tabu tentu saja*
Dari
apa yang saya posting di atas, apakah kaliann setuju? Sekali lagi,
semuanya RELATIF. Semuanya hanya berdasarkan SUDUT PANDANG. Para
pengguna Twitter kurang lebih merasakan/paling tidak tau menau soal hal
diatas. Hanya saja, Twitter tidak hanya ada di 1 dimensi. Twitter sangat
mendunia dan punya jaringan dimensi masing-masing. Hmm sampai bertemu
lagi di postingan selanjutnya, dan kontrol diri kalian jika kalian ada
Twitter addict :)
Salam hangat
@riskiekaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar